Nah, sekarang, saya akan jawab pertanyaan pertama.

Saya sudah menonton video channel Flat Earth 101 (FE101) episode 18, 19A, 19B (khusus membahas tentang Covid, bukan tentang bumi datar).

Secara umum, data yang dikumpulkan FE101 ini ada yang benar, ada yang mungkin benar (karena masih tanda tanya buat saya). Antara lain yang saya setujui: mekanisme the Fed, IMF, Bank Dunia yang sebenarnya memiskinkan negara berkembang; rekam jejak AS yang pernah bikin bioweapon; bahwa ada segelintir orang di dunia ini yang menguasai ekonomi dunia (1% vs 99%), dll. Ini sebenarnya data yang ‘berserakan’ , sudah sangat banyak dibahas dan bahkan ada kajian akademisnya. Soal Bank Dunia misalnya, langsung Stiglitz (ekonom peraih Nobel) yang menulis (mengkritisi Bank Dunia).

Persoalannya kemudian: bagaimana dia mengkoneksikan semua data itu?

Setelah memaparkan berbagai data, FE101 memunculkan teori bahwa “ada sekelompok elit yang mengorganisasi semua ini”. Dengan kata lain, semua yang terjadi di dunia ini (termasuk pandemi Covid-19) sudah didesain jauh-jauh hari.

Well, sampai di sini pun masih mungkin. Minimalnya, kita tahu dari tweet Bill Gates sendiri akhir tahun 2019 bahwa dia sedang bersemangat atas “prospek” dagangannya di tahun 2020 (vaksin). Dia juga pernah membuat “simulasi pandemik” bernama Event 201 pada Oktober 2019.

Garis bawahi kata ini: mungkin.

Tapi, sampai di episode 19-B, semua bangunan argumen FE101 langsung ambyar. Tiba-tiba saja, tanpa didukung data sebelumnya (selain bahwa Rockefeller pernah ke China), dia membangun teori bahwa “China dan AS itu sama-sama menjalankan skenario ‘elit global’, memainkan skenario good cop-bad cop. China melakukan lockdown supaya jadi contoh agar negara lain mengikuti, lalu ekonomi dunia runtuh, lalu ‘elit global’ berkuasa.”

Lho..?? Mengapa tiba-tiba China muncul? Padahal sebelumnya data yang dia kumpulkan tidak mengarah ke situ.

Ini bukan mau membela China ya. Tapi, kalau Anda mau membawa-bawa China di kesimpulan, sejak awal juga seharusnya kasih data pendukung.

Kalau saya mau menganalisis peran China, saya akan mempelajari dulu rekam jejak China dalam ekonomi-politik global. Yang saya temukan: justru selama ini China yang berkali-kali menjegal upaya AS dkk, misalnya memveto embargo terhadap Iran; memveto rencana penyerangan NATO ke Suriah; berekspansi ekonomi secara masif ke seluruh dunia sehingga mengalahkan hegemoni ekonomi AS di dunia.

Perhatikan pula respon AS: narasi pengamat-pengamat ekonomi di AS banyak yang negatif pada China, menakuti-nakuti negara-negara yang dipinjami uang oleh China, bahwa utang itu akan menghancurkan ekonomi mereka. Pertarungan hegemoni antara AS dan China ini sudah dibahas di berbagai artikel jurnal ilmiah, jadi awas kalau ada yang mengejek dengan “konspirasi” ya!

Dengan rekam jejak seperti ini, lebih logis bila fenomena China ini dilihat sebaliknya: seandainya benar ada jejaring bisnismen besar yang merancang sebuah pandemi demi keuntungan materi MAKA China justru berposisi menjegal rencana tsb.

China berhasil melalui pandemi ini tanpa menunggu vaksin produksi Bill Gates. Demikian juga, “teman-teman” China, seperti Iran, Vietnam, Kuba. Iran memang belum stabil sepenuhnya, korban masih berjatuhan, tapi tingkat kesembuhan sudah sangat pesat. Tanpa vaksin, hanya obat-obatan (sebagian bahkan dengan obat-obatan herbal). Perkantoran sudah dibuka kembali di Iran. Life goes on.

Ini pula yang membuat saya mengkritisi narasi FE 101 secara keseluruhan: dia sedemikian “mengagungkan” NWO/elit global (istilah di video itu). Seolah mereka itu kekuatan yang sangat terorganisir, kuat, tidak mungkin dipatahkan. Bahkan kalau mau melawan pun, dia kasih kalimat epilog: “suara kita akan menggema di keabadian”. Artinya: mau melawan pun bakal kalah, mereka terlalu kuat, yang penting bersuara. Ini jelas melupakan fakta yang saya tulis di atas (bahwa China, Iran, Vietnam, Kuba, dll, berhasil melewati pandemi ini, tanpa perlu menunggu pada bisnisme besar spt BG selesai membuat vaksinya).

Lalu bagaimana dengan video Mardigu WP yang mengatakan bahwa WHO kongkalingkong dengan China? Dia mendasarkan “teori”-nya ini dari omongan pejabat AS (Bannon dan Trump) dan “kata teman saya”.

Ini menggelikan. Bila pejabat AS menuduh demikian, apa harus kita terima? Ya iyalah AS menuduh China yang salah. Tadi sudah saya bahas soal pertarungan hegemoni AS-China.

Teori Mardigu itu juga mengabaikan data: tiga donatur terbesar WHO adalah AS, Bill Gates, dan Inggris. Dia menyebut Tedros (Direktur WHO) bersekongkol dengan China. Ini juga mengabaikan fakta bahwa Tedros justru dapat dukungan Gates untuk jadi Dirjen WHO (dan tentu saja, dibantah yayasan Gates). Baca laporan jurnalistik dari Politico yang menceritakan betapa besar pengaruh BG di WHO. [1]

Padahal, China membangun industri di berbagai sektor sejak lama. Ekspor APD dari Indonesia ke luar negeri, termasuk China itu sudah berlangsung lama, sebelum ada Covid. Sama sekali tidak aneh ketika kini dunia bergantung pada APD China. Jangankan APD, penghapus pensil pun kita impor dari China. Dan lini produksi China pun dibangun secara global, misalnya, disub-kontrak ke pabrik di Indonesia (dengan pertimbangan buruh lebih murah) sementara bahan baku disuplai dari China.

Jadi membangun teori bahwa “China berkonspirasi dengan WHO” demi jualan APD, jelas menggelikan. Lalu, tiba-tiba saja, Mardigu membelokkan narasi: kongkalingkong ini demi jualan vaksin yang dilakukan Clinton, Big Pharma, dan WHO.

Wait. Bukankah yang terang-terangan (keluar dari mulutnya sendiri) “berinvestasi miliaran dollar” di bidang vaksin dan bekerja sama dengan Big Pharma adalah Bill Gates? Kok ujug-ujug Clinton dan Joe Biden dibawa-bawa? Mengapa BG tidak disebut sekalipun dalam video Mardigu?

Jadi, Mardigu mengumpulkan data: pernyataan Banon/Trump, data intelijen (entah dari siapa, tapi dengan ‘licin’ audiens digiring untuk mengaitkan dengan Rusia, karena dia mengaku mengutip dari Russia Today), China memborong masker/APD. Lalu, dia “connecting the dots”: China berkonspirasi dengan WHO sehingga untung besar dengan jualan APD.

Lalu, setelah itu, tiba-tiba India disebut: “Obat vaksin Corona, India rajanya,” kata Mardigu. Maksudnya apa nih? Obat, atau vaksin yang dibuat India? Trus, tadi, katanya Clinton, Big Pharma, dan WHO yang mau bikin vaksin untuk 7 milyar manusia? (Padahal sebenarnya, orang yang ngomong soal “vaksin untuk 7 miliar manusia” adalah BG.)

Lalu tiba-tiba, narasi pindah ke Dr. Fauci (Ketua Satgas Covid AS, staf Trump), dan mengisyaratkan bahwa virus corona itu “dimainkan” oleh Fauci sehingga mengandung virus AIDS. Jadi, seharusnya, dengan tuduhan ini, yang salah AS dan Trump, tho? Kan Fauci stafnya Trump? Apa kaitannya dengan China yang disebut di awal dan dimaki-maki di akhir video?

Lalu setelah mengata-ngatai Dr. Fauci, muncul kalimat, “Ke depan sebaiknya kita lupakan informasi negara propaganda tersebut. Lupakan pejabat di tanah air yang melindungi bisnisnya dan koleganya, terutama yang bermitra dengan aseng.”

What?! ASENG? Rasis sekali.

Banyak lagi narasi zigzag yang bisa dikuliti, tapi sekian sajalah. Anda baca saja transkrip video itu [2], akan semakin jelas logika fuzzy yang digunakan (logika yang menyamarkan antara benar dan salah). Mungkin ini semacam teknik orasi mengacaukan pikiran audiens, supaya akhirnya audiens menerima begitu saja doktrin di akhir video: China emang bangs*t.

Jadi, mohon maaf, menurut saya, video pak Mardigu ini benar-benar video yang “connecting the dots”-nya ambyar. Dan masalah terbesarnya, “dots” (fakta/data)-nya pun flaw (cacat).

Demikian dulu. Bersambung ke bagian (3): https://www.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/224927751942701/

—–
Biar ga salah sambung (dan komen ngawur), baca dulu bagian pertama: https://www.facebook.com/DinaY.Sulaeman/posts/917578382001751

[1] https://www.politico.eu/article/bill-gates-who-most-powerful-doctor/
[2] https://www.posmetro-medan.com/2020/04/pengamat-geopolitik-bongkar-pemain.html

—-
Foto: bocah pengungsi Suriah di Lebanon diberi vaksin polio (2013). Tahun 2017 malah ditemukan kasus-kasus polio di Suriah yang diakibatkan virus mutan yang berasal dari vaksin tsb (laporan WHO). Baca: https://www.npr.org/sections/goatsandsoda/2017/06/28/534403083/mutant-strains-of-polio-vaccine-now-cause-more-paralysis-than-wild-polio

dinasulaeman Avatar

Dipublikasikan oleh