Terjemahan berita Euronews:
Pertikaian pecah di parlemen Turki pada hari Rabu selama diskusi yang tegang mengenai keterlibatan militer Turki di Suriah. Video memperlihatkan puluhan legislator dari partai Presiden Erdogan dan dari partai oposisi utama saling mendorong. Dalam rekaman itu, beberapa terlihat melemparkan pukulan sementara yang lain mencoba untuk memisahkan mereka.
Bentrokan dimulai ketika Engin Ozkoc dari oposisi Republican People’s Party (CHP) mengambil alih mimbar. Selama konferensi pers tak lama sebelumnya, Ozkoc menyebut Erdogan “tidak terhormat, tercela, rendah dan berbahaya”.
Dia juga menuduh presiden mengirim anak-anak rakyat Turki untuk berperang sementara keturunan Erdogan sendiri diduga menghindari dinas militer jangka panjang.
Dalam pidatonya kepada anggota partainya, Erdogan sendiri telah menuduh partai oposisi “tidak terhormat, tercela, rendah dan berkhianat” karena mempertanyakan keterlibatan militer Turki di provinsi Idlib.
Ketegangan memuncak menyusul kematian lebih dari 50 tentara Turki di Idlib dalam sebulan terakhir, termasuk 33 yang tewas dalam serangan Kamis (27/2).
Turki mengirim ribuan tentara ke Suriah untuk membantu mencegah tentara Suriah yang didukung Rusia merebut kembali provinsi Idlib dan untuk mendukung “pejuang oposisi” Suriah yang bersembunyi di sana.
—-
Istilah “pejuang oposisi” saya kasih tanda kutip: khas media Barat, selalu saja menutupi siapa sebenarnya yang ada di Idlib. Follower FP ini tentu sudah tau, bahwa mereka sebenarnya milisi teror Al Qaida (dalam berbagai nama).
==