Foto ini adalah Duta Besar AS untuk PBB, Kelly Craft, bersalaman (ada video dan foto lain juga), berpose bersama anggota White Helmets. Saya sudah sering menulis, siapa WH ini, yang tak lain anggota milisi teroris yang berganti baju supaya tampil seolah ‘relawan kemanusiaan’.

Craft menjanjikan bantuan untuk para pengungsi Idlib. Craft datang bersama pejabat AS lainnya, Perwakilan Khusus AS untuk Suriah, James Jeffrey.

Jeffrey mengatakan, “Kami siap untuk menyediakan – seperti dikatakan Presiden – amunisi.. Turki adalah sekutu NATO. Kami punya program penjualan alat militer yang sangat-sangat besar; sebagian besar dari peralatan militer Turki menggunakan perlengkapan [produk] AS. Kami akan memastikan bahwa perlengkapan itu siap [disuplai]. Sebagai rekan NATO, kami berbagi informasi intelijen…dan kami akan memastikan bahwa Turki memiliki apa yang mereka butuhkan di sini [Suriah].” [1]

Ini adalah pelanggaran yang sangat fatal atas hukum internasional. Militer Turki masuk ke wilayah Suriah dan memerangi militer Suriah. Ini jelas melanggar Pasal 51 Piagam PBB. Lalu, tanpa izin pemerintah Suriah, pejabat tinggi AS masuk wilayah Suriah untuk menawarkan bantuan senjata kepada Turki yang sedang berperang di tanah Suriah. Artinya, AS juga melakukan perang terhadap Suriah.

Dan di Indonesia, para pendukung milisi teror di Idlib itu kemarin dengan terang-terangan berpawai membawa bendera yang sama yang juga dikibarkan oleh milisi teror di Idlib. Mereka mengklaimnya sebagai “bendera tauhid”.

Ingat bahwa Hizbut Tahrir pernah berbaiat kepada Jabhah al Nusra yang kini berganti nama jadi Haiat Tahrir al Syam (HTS), milisi teror yang bercokol di Idlib. Mereka menyebut para teroris itu sebagai “mujahidin”, cek saja di web-web mereka (kalau belum dihapus).

Kubu pendukung teroris Idlib lainnya, yaitu kubu fans Erdogan, juga terus menyebarluaskan hoax soal Idlib, demi donasi. Karena junjungan mereka sedang berperang di Idlib, mereka yang di Indonesia ini merasa perlu membantu.

Media massa yang berpatron ke media AS pun melakukan hal yang seiring. Sibuk menulis soal ‘pengungsi’ (dengan framing menyalahkan pemerintah Suriah) dengan mengabaikan fakta siapa sebenarnya yang sedang diperangi; dan mengapa semua ini terjadi. Seolah yang diperangi tentara Suriah itu tidak ada kaitannya dengan Indonesia.

Seolah tidak ada yang bisa berbuat apapun. Kita netizen cuma bisa menulis dan memrotes. Tapi semua yang punya kuasa hanya diam dan membiarkan semua kajahatan ini terjadi.


[1]https://www.reuters.com/article/us-syria-security-turkey-usa/us-willing-to-give-turkey-ammunition-for-syrias-idlib-idUSKBN20Q1WZ

dinasulaeman Avatar

Dipublikasikan oleh