Mengapa di status sebelumnya saya pakai kata “cecurut”? Soalnya, akun pendukung “mujahidin” itu jelas-jelas mengaku mendukung Hay’at Tahrir al Syam (HTS). HTS ini sama dengan Jabhah al Nusra (JN). JN sudah resmi masuk list organisasi teroris oleh PBB, lalu ganti nama jadi HTS, padahal ya itu itu juga.
Tahun 2013, Jubir HTI Ismail Yusanto mengatakan “secara kelembagaan, Hzibut Tahrir juga pernah mengikuti sumpah setia dengan banyak kelompok mujahidin yang ada di Suriah termasuk mujahidin Jabhah Al-Nusrah, untuk memastikan bahwa jihad di Suriah dalam upaya untuk menegakkan syariat Islam di bawah naungan khilafah Islamiyah”. (baca: https://www.globalmuslim.web.id/…/ismail-yusanto-anggota-hi…)
Nah, dalam operasi militer di Idlib yang dilakukan tentara nasional Suriah (untuk membebaskan kawasan yang sudah lama diduduki para milisi teror dari berbagai faksi), salah satu kawasan yang dibebaskan bernama Ma’arrat al-Nu’man, terletak di jalur tol antara Aleppo dan Hama (atau sekitar 30 km dari Idlib).
Di video ini, jurnalis meliput langsung ke bekas sarang JN di Ma’arrat al-Nu’man ini. Rupanya mereka membuat ruangan-ruangan di bawah tanah, menyambung satu sama lain. OMG, mereka 8 tahun hidup di lubang-lubang di dalam tanah. Monmaap kalau refleks teringat pada kata ‘cecurut’.
Ini link ke video yg saya maksud: https://www.youtube.com/watch?v=hoO8kcGKaWI&feature=youtu.be
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.