Tepi Barat oleh PBB (tahun 1947) didesain untuk menjadi wilayah bagi negara Palestina. Kini, “pemerintahan” Palestina sudah terbentuk (disebut Otoritas Palestina) di Tepi Barat, tapi secara de facto, mereka tidak punya kekuasaan apa-apa atas wilayah dan warganya.

Tahun 2006, setelah dilakukan proses pemilu yang sangat demokratis [ada pengawas internasional], Hamas menang. Tapi Israel meresponnya dengan memblokade Gaza. Hingga hari ini, warga Gaza “dipenjara”, arus keluar masuk orang dan barang sangat terbatas; secara berkala Israel membombardir Gaza, menghancurkan infrastruktur dan membantai puluhan ribu orang.

Sementara itu, di Tepi Barat, hampir setiap hari selalu terjadi perampasan rumah-rumah warga Palestina, lalu di atasnya dibangun permukiman khusus Yahudi. Yang menghuni adalah Yahudi dari berbagai penjuru dunia. Dalam “Deal of the Century” Trump, permukiman illegal itu dilegalisasi dan Palestina diminta untuk “mengikhlaskan” saja.

Mengapa kaum Yahudi dari berbagai penjuru dunia itu mau datang ke Israel? Karena didoktrinkan kepada mereka: Israel adalah tanah yang dijanjikan Tuhan untuk mereka.

Di video ini, jurnalis AS, Abby Martin mewawancarai orang-orang Israel di jalanan. Anda bisa simak, mereka orang-orang yang rasis, sangat benci Palestina, bahkan mendukung pembantaian terhadap orang Palestina. Mereka merasa berhak hidup di tanah Palestina karena alasan “sejarah” [nenek-nenek-buyut-moyang kami dulu di sini] dan “agama” [Yahudi adalah umat terpilih].

Tentu, ada segelintir orang Israel yang memahami kejahatan yang dilakukan kaumnya dan menjadi aktivis pembela Palestina, di video ini Abby mewawancarai salah satunya.

video: “Warga Israel Mendukung Pembunuhan pada Palestina”: bit.ly/2BedU8I

***
Video liputan lain dari Abby Martin:

1. Kondisi di dalam kamp-kamp pengungsi Palestina: bit.ly/2cViSQ1

2. Sejarah Palestine dan Israel yang Dirahasiakan: bit.ly/2iFHU4g

3. Penghancuran Rumah-Rumah untuk pembangunan permukiman ilegal: bit.ly/2gJbntE

4. Teror para permukim ilegal Israel: bit.ly/2hBGeLu

5. Pengakuan orang Israel: “saya adalah teroris”: bit.ly/2AWEsyL

6. Membungkam Palestina – Penjara & Kekerasan: bit.ly/2zTs1QH

***
Lalu, di atas segala kejahatan kemanusiaan itu, para pendukung Israel di Indonesia (ZSM) masih saja dengan tak tahu malu menyebut kata “damai” (seperti junjungan mereka, Donald Trump). “Damai” yang mereka maksud adalah “diam saja, jangan melawan lagi, biarkan saja Israel terus meneror dan merampas rumah kalian.”

———–

Ini adalah postingan ke-3 saya [terkait proposal “damai” Trump], sebaiknya dibaca dari awal. Postingan sebelumnya:
(1) “Deal of the Century” https://www.facebook.com/DinaY.Sulaeman/photos/a.234143183678611/860166361076287/
(2) penjelasan dg video [vlog] https://www.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/2483984241866439/

Foto: warga Palestina di Tepi Barat menatap permukiman ilegal Israel

dinasulaeman Avatar

Dipublikasikan oleh