Para bigot (baik varian rasa Wahabi atau varian Zionis) menuduh bahwa yang berduka atas kematian Jend. Qassem Soleimani hanyalah orang Syiah. Mereka itu entah kurang piknik, entah memang selalu menaruh kepala dalam tempurung, tidak membaca betapa banyak netizen non-Muslim yang pro-Soleimani. Mengapa? Karena korban ISIS dan Al Qaida bukan cuma Muslim Syiah, tapi semua agama. Bukan cuma orang Timur Tengah, tapi di berbagai penjuru bumi.
Antara lain, simak status Dr Marcus Papadopoulos ini, pengamat politik asal Inggris. Dia menulis:
Kontribusi Qassem Soleimani bagi kemenangan Suriah, Rusia, Iran, dan Hizbullah dalam melawan ISIS tidak dapat dipungkiri. Amerika telah membunuh pria yang menyelamatkan nyawa jutaan orang dari ISIS. Kutukan abadi untuk Trump, Pemerintah AS dan militer AS
**
Qassem Soleimani memainkan peran penting dalam mengalahkan salah satu proxy paling mematikan yang pernah dibuat Amerika untuk dunia: ISIS. Itulah sebabnya Washington membunuh dia dan itulah sebabnya dia dipuja oleh jutaan orang di Timur Tengah.
**
Vanessa Beeley, jurnalis asal Inggris yang selama ini aktif meliput perang Suriah dan mengungkap kejahatan AS-Israel dan teroris proxy mereka, menulis antara lain:
Saya benar-benar tidak percaya Qasem Soleimani sudah mati, dibunuh oleh penjahat Amerika, negara jahat, yang sekarang sudah di luar kendali secara global, digeoroti oleh kekuatan haus darah, yang bertekad untuk membangkitkan kembali kerajaannya yang sekarat dengan segala cara…
**
Para pahlawan yang rendah hati akan meninggalkan ‘lubang terbesar’ di sepanjang hidup kita. RIP.
———
Silahkan simak status keduanya, mereka jauh lebih sering mengupdate perkembangan kasus ini, dibanding saya. Komentatornya pun [ditebak dari namanya] berasal dari berbagai bangsa dan agama.
https://www.facebook.com/drmarcus.papadopoulos
https://www.facebook.com/vanessa.beeley
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.