Dulu, di medsos, para petempur ISIS (yang berasal dari negara Barat) mempropagandakan “jihad” dengan memposting foto-foto mereka bersama kucing-kucing lucu. Si kucing ditaruh di sebelah senapan, atau senjata lainnya. Sasarannya gadis-gadis muda di Barat, demi membuat mereka terpesona pada “kegagahan” sekaligus “kelembutan” para teroris itu, lalu mau meninggalkan negara mereka demi bergabung dengan ISIS (sekarang banyak perempuan dari Eropa itu yang berada di kamp penampungan di Suriah setelah ISIS kalah, mereka memohon-mohon supaya boleh pulang).
Dipublikasikan oleh
Categories: Amerika, epistemic community, Indonesia, Inggris, Keamanan Global, Perang Melawan Terorisme, Suriah, Syria, terrorism
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.