Ada satu hal yang sering dilupakan banyak public figure, baik itu politisi maupun ustadz: kalian tidak mungkin bisa menguasai semua hal. Jadi, bicaralah yang kalian ketahui dengan pasti, atau diam, daripada menumpahkan darah banyak orang (yang mungkin tak kalian sadari).

Ada seorang politisi muda-cantik Indonesia yang memuji-muji McCain (politisi AS) demi menyindir lawan politiknya. Pertama, tak nyambung (mengapa harus memuji orang AS demi menyindir sesama politisi di Indonesia?).

Dia menulis, “Berduka atas wafatnya John McCain. Amerika beruntung memiliki negarawan seperti dirinya. Meski berkompetisi secara politik, McCain tak mau menjatuhkan lawannya dengan cara memecah-belah bangsa. Baginya persatuan bangsa jauh lebih penting dibanding kepentingan politik jangka pendek.”

Karena lawan politik si politisi ini adalah kubu 212, sudah jelas yang dia maksud sebagai pelaku ‘memecah-belah bangsa’ adalah kubu 212.

Kedua, sorry to say, ini malah menunjukkan kebodohannya soal geopolitik Timur Tengah. Si politisi dan partainya mencitrakan diri sebagai partai anak muda-pluralis-antiradikal. Tapi dia tak tahu bahwa McCain sejatinya adalah ‘ustadz besar’ bagi kubu 212.

Sebagai bukti, perhatikan siapa ustadz-ustadz yang paling heboh di di kubu 212, dan perhatikan apa kiprah mereka terkait Suriah.

Perhatikan kompilasi foto ini, Ustadz Bakhtiar Nasir dkk mengibarkan bendera Suriah versi pemberontak. Lalu di tengah, ada foto 3 lembaga pengepul donasi untuk Suriah, yang mengibarkan bendera yang sama. Di bawah, McCain menggunakan bendera (dalam bentuk syal) yang sama; dan foto dia sedang rapat dengan pentolan “mujahidin”.

Jadi, salah satu sponsor utama para pemberontak (yang oleh kubu 212 disebut “mujahidin”) adalah John McCain.

Ini sudah lama diketahui para pengunjung setia Fanpage saya. Beberapa anggota Parlemen AS pun sudah mengkritik pemerintah mereka sendiri karena menyuplai dana dan senjata untuk “mujahidin” ini.

Jadi, sang politisi ini bahkan lebih awam daripada ibuk-ibuk follower fanpage ini. Dia tidak paham peta konflik global: bahwa AS (yang sepertinya dikaguminya) sebenarnya bergandengan tangan dengan kubu yang (konon) dilawan oleh si politisi muda ini.

Sebaiknya dia belajar geopolitik global lebih banyak, dengan cara nongkrong di Fanpage ini (kalau mau), atau diam saja: berkomentarlah di bidang yang dikuasai saja. [sekilas iklan: atau beli buku saya “Salju di Aleppo”]

Maaf saya terpaksa nulis sepedas ini, karena selama 7 tahun terakhir saya jadi korban pembunuhan karakter yang dilakukan kelompok fans mujahidin ini. Dan ‘junjungan’ mereka ini (meski sebagian mungkin tak sadar) adalah McCain.

Buat yang ingin mengetahui rekam jejak kejahatan McCain mensponsori perang di berbagai negara, silahkan klik link ini: https://www.zerohedge.com/news/2017-07-22/complete-history-john-mccain-calling-war-around-world

Apa sih tujuan McCain menjadi makelar perang? Gampang saja: karena dia punya kaitan dengan berbagai perusahaan yang mengeruk untung maha-dahsyat dari perang.

Rest in Pieces, Sir… ila jahannam wa bi’sal masir.

dinasulaeman Avatar

Dipublikasikan oleh