Pengeboman yang dilakukan Saudi terhadap bus sekolah yang menewaskan 51 anak-anak (Kamis, 9/8) tidak mendapatkan perhatian luas. Jauh berbeda dengan konflik Suriah, misalnya dalam klaim serangan senjata kimia di Ghouta. Hanya berbekal video yang disediakan White Helmets, belum dilakukan investigasi apapun, kecaman dan tuduhan sudah menyebar dengan sangat masif di seluruh dunia, disebarkan oleh media mainstream dan media Islam-takfiri. AS-Inggris-Perancis bahkan langsung mengirim rudal ke Suriah dan menghancurkan berbagai infrastruktur sipil.
Sebaliknya, atas kejahatan terang-terangan Saudi sejak 2015 di Yaman, trio AS-Inggris-Perancis hanya mengeluarkan pernyataan basa-basi. Dewan Keamanan PBB (dimana ke-3 negara itu jadi pemegang hak veto) hanya mengatakan “great concern” (sangat prihatin) dan “called for a credible and transparent investigation” (menyerukan investigasi yang kredibel dan transparan).
Bagaimana dengan Liga Arab? Tentu saja bungkam, jauh berkebalikan dengan kasus Suriah, Liga Arab bahkan memecat Suriah sebagai anggota.
Mengapa ada perbedaan perilaku Liga Arab ini? Apa perannya dalam konflik di Timur Tengah? Kepentingan siapa yang dibela oleh Liga Arab, kepentingan bangsa Arab atau AS?
Simak pembahasannya di artikel ini: “Peran Liga Arab Pada Konflik di Timur Tengah Dalam Perspektif Ekonomi-Politik Internasional”.
(Meskipun ini artikel jurnal -berbahasa Indonesia- bahasanya tidak rumit.)
http://ic-mes.org/jurnal/index.php/jurnalICMES/article/view/7/8
Foto: anak Yaman yang terpaksa belajar di alam terbuka karena sekolahnya dibom Saudi (foto: AFP, 2017)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.