Di foto jadul ini tampak seorang pria asal Bahrain bernama Ali al-Awadhi, sedang melakukan tawaf (ritual mengelilingi Ka’bah), ketika banjir melanda kota Mekah tahun 1941 (77 tahun yang lalu).
Saat itu, air menggenangi kawasan sekeliling Ka’bah dengan kedalaman air lebih dari dari 1,5 m.
Foto-foto lain bisa dilihat di http://kaltim.tribunnews.com/2018/06/18/pria-ini-melakukan-tawaf-dengan-cara-berenang-saat-kabah-dilanda-banjir-77-tahun-silam.
Pertanyaannya: siapa yang berani menyatakan bahwa kebanjiran di Mekah ini adalah AZAB ALLAH akibat penguasa Mekah berkoalisasi dengan..bla..bla..?
Lalu mengapa kini, orang-orang yang mengaku paling Islam sedunia itu seenaknya berkata, tanpa melakukan penelitian ilmiah apapun, “Gempa di Lombok adalah AZAB ALLAH akibat pemimpin NTB berkoalisi dengan ..bla..bla..?”
Sudahlah, daripada berkoar-koar yang un-educated seperti ini, lebih baik menyeru agar masyarakat menggalang bantuan untuk masyarakat terdampak gempa, menyuplai makanan dan air bersih ke sana, serta membangun kembali rumah-rumah mereka yang runtuh.
Tentu saja, hati-hati dalam memberi donasi, cek n ricek. Kalau saya sih ogah ngasih donasi kepada lembaga-lembaga amal yang terbukti bohong bertahun-tahun (bahkan sampai hari ini) soal Suriah. Kata pepatah, sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya; jadi harap maklum.
#PrayforLombok
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.