Tanggal 2 Juni yll, di Bandung diselenggarakan acara Pentas Seni dan Diskusi: Solidaritas untuk Palestina. Sejumlah seniman hadir dalam acara ini, Acil Bimbo, pelukis Rahmat Jabaril (sepanjang acara ia melukis bertema Palestina), penyair senior Iman Soleh, dan penyanyi Bandung, Adew Habtsa, serta ada pertunjukan musik dan wayang golek oleh anak-anak muda Bandung.
Saya juga diundang untuk menjelaskan mengenai kaitan antara Palestina dan imperialisme global, mengaitkan antara kesamaan nasib antara bangsa Indonesia dan Palestina (sama-sama melawan imperialisme global).
Ini video cuplikan kompilasinya.
Berpihak pada Palestina adalah keberpihakan hati nurani pada kebenaran, pada orang yang tertindas. Ini adalah perjuangan semua kaum beragama (tidak hanya Muslim) karena Tuhan tidak pernah mengajarkan penjajahan. Paus Vatikan membela Palestina. Rabi Yahudi (Neturei Karta) aktif mengecam Israel.
Saya pernah tulis tentang dua anak jenderal Israel yang kini jadi pembela Palestina Miko Peled dan Nurid Peled:
https://www.facebook.com/DinaY.Sulaeman/posts/380540149038913
https://www.facebook.com/…/38074983568…/
Semua orang berhati nurani bisa bergerak lewat bidangnya masing-masing. Seniman bisa menyuarakan keprihatinan mereka lewat seni. Pemikir dan peneliti lewat tulisan. Politisi lewat perjuangan politik dan diplomasi. Facebooker lewat kegigihan melawan ZSM (fans Israel di Indonesia yang lebih setia pada Israel daripada kepada amanah UUD 45).
“…maka penjajahan di muka bumi harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan” (Pembukaan UUD 1945)
simak video nya di link https://www.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/444916789267915/