Sejak awal perang Suriah, foto dan video hoax sudah sangat banyak disebarkan, bahkan oleh media-media mainstream. Bila foto dan video yang digunakan adalah foto dan video lama yang didaur ulang (misal, BBC menggunakan foto mayat di Irak yang disebut sebagai korban senjata kimia Assad) umumnya mudah terbongkar. Namun ada juga foto dan video hoax yang “sengaja dibuat”. Untuk membongkarnya, perlu pengetahuan medis, misalnya cara pertolongan pertama pada korban senjata kimia, atau reaksi/ekpresi korban senjata kimia yang asli, sehingga bisa mendeteksi keanehan akting orang-orang dalam sebuah video. Misalnya yang dilakukan oleh Robert Stuart saat membongkar hoax video BBC.

Salah satu produsen utama video propaganda anti-pemerintah Suriah adalah White Helmets (didirikan oleh eks-tentara Inggris dan didanai puluhan juta dollar oleh AS dan Inggris). WH adalah lembaga “relawan” yang sangat terkenal , dipuji-puji, sering menjadi sumber pemberitaan media Barat, dan bahkan dinominasikan meraih Nobel. Video-video “penyelamatan” yang diproduksi WH sangat tipikal (skenario mirip), bahkan ada anak yang sama muncul di beberapa video yang berbeda. Bocah di Kursi Oranye adalah salah satu video karya WH yang paling terkenal. Cara membongkar hoaxnya adalah dengan mengamati seksama videonya: ambulans yang canggih dan mulus (padahal konon sedang di zona perang yang selalu dibombardir Rusia), si anak disuruh duduk begitu sana bermenit-menit, bukannya langsung ditangani dokter, melacak jejak digital orang yang muncul di dalam film itu (Mahmoud Raslan), dst.

Media-media Barat (yang dianggap kredibel dan dijadikan rujukan oleh media terkemuka di Indonesia) menggunakan WH sebagai sumber infonya. Dalam asas jurnalistik, WH seharusnya diperlakukan sebagai sumber info yang PARTISAN (karena mereka ini memihak kubu “jihadis” dan ada bukti foto dan video memperlihatkan mereka bersenjata, bahkan menembaki warga sipil dan tentara Suriah). Dengan demikian info dari mereka harus diverifikasi dan DIKONFIRMASI kepada pihak yang berseberangan. Sayangnya, media mainstream tidak melakukan asas mendasar jurnalistik ini (cover both sides).

Sudah banyak jurnalis dan pengamat internasional yang mengkritik pemberitaan Barat yang bersumber dari WH ini, antara lain baca tulisan akademisi Australia Dr. Tim Anderson, pengamat dari Inggris, Dr. Marcus Papadopoulos, jurnalis Robert Fisk, Patrick Cockburn, Vanessa Beeley, Patrick Henningsen, dll.

Namun kadang muncul pertanyaan: meski di beberapa video terbukti “aktor”-nya itu lagi-itu lagi; bukankah benar-benar ada anak-anak yang sekarat dalam video-video itu? Lalu, siapa anak-anak itu?

Untuk serangan “senjata kimia” di Idlib tahun 2017, sepekan sebelum kejadian, ada penculikan terhadap 250 orang di kawasan Majdal dan Khattab oleh milisi bersenjata yang berafiliasi dengan Al-Qaeda. Kejadian yang sama terjadi di bulan Agustus 2013, para “jihadis” menculik warga di pinggiran Latakia, lalu 2 pekan kemudian muncul video ‘serangan gas sarin’ di mana korbannya adalah orang dan anak-anak yang diculik itu.

Bila dianalisis foto jasad anak-anak di Idlib tsb, terlihat ada luka di kepala mereka. Ini menguatkan dugaan bahwa para korban adalah orang/anak yg sebelumnya diculik “jihadis” di Khattab and Majdal. Mereka sudah mati sebelumnya, lalu difoto dan direkam; diklaim sebagai korban senjata kimia.

Beberapa dokter asal Swedia yang tergabung dalam SWEDHR (Asosiasi Profesor dan Dokter untuk HAM) pernah menganalisis video bocah korban “senjata kimia” dan menilai bahwa si anak di video itu sudah tewas sebelumnya, atau, hampir tewas dan dipastikan akan tewas karena penanganan tim medis [White Helmets] yang aneh (yang terlihat dalam video itu).

Mereka menilai bahwa tindakan medis yang diperlihatkan dalam video-video White Helmets membahayakan pasien. Para dokter Swedia mengamati video WH yang berisi adegan mereka sedang menyelamatkan tiga anak kecil yang disebut terkena serangan senjata kimia.

Di antara keanehan dalam video itu, terdengar seorang ‘dokter’ mengatakan, “Masukkan dalam gambar [masukkan dalam rekaman film/frame] ibunya; ibunya harus di bawah dan anaknya di atasnya, hey! Pastikan bahwa ibunya ada di bawah.”

Hal ini terasa aneh, mengapa di tengah adanya ‘serangan senjata kimia’ seorang dokter masih sempat memikirkan posisi anak itu di hadapan kamera?

Selain itu, tindakan penyelamatan medis yang dilakukan juga sangat berbahaya. Dr Leif Elinder mengatakan, “Setelah meneliti video tersebut, saya menemukan bahwa langkah medis yang dilakukan terhadap anak-anak itu, sebagian dari mereka sudah tidak bernyawa, aneh, non-medis, bukan penyelamatan nyawa, dan bahkan kontraproduktif dalam upaya menyelamatkan nyawa anak-anak.”

Dokter yang lain, Lena Oske, menyatakan, “Dalam rangka untuk melakukan injeksi, CPR (cardiopulmonary resuscitation) harus dihentikan dulu, dan kemudian CPR dilanjutkan segera setelah injeksi. Prosedur ini tidak terlihat dilakukan dalam video itu. …Kemungkinannya ada dua, anak yang diinjeksi itu sebenarnya sudah mati, atau akhirnya mati akibat injeksi tersebut!”

Keterangan para dokter ini semakin menambah bukti bahwa White Helmets bukanlah sumber kredibel; dan mereka bahkan terindikasi melakukan kejahatan (teror) kepada warga sipil.

Indikasi itu sebelumnya pernah dikonfirmasi dalam beberapa film dokumenter dan foto (misalnya: tim WH bersukacita di dekat jasad-jasad tentara Suriah). Setelah WH terusir dari Aleppo, beberapa jurnalis independen datang ke bekas markasnya, dan ditemukan sangat banyak bukti bahwa anggota WH tak lain adalah anggota kelompok teror yang berafiliasi dengan Al Qaida. [antara lain, silahkan tonton liputan ini: https://www.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/242301042862825/ ]

Dan sekarang, gerombolan teroris berkedok relawan medis ini dievakuasi (diselamatkan) oleh tentara Israel!


“Israel Evakuasi 800 Anggota White Helmets ke Yordania”
https://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/18/07/22/pc9s1o409-israel-evakuasi-800-anggota-white-helmets-ke-yordania

(Sebagian isi status ini diambil dari buku saya ‘Salju di Aleppo’)

dinasulaeman Avatar

Dipublikasikan oleh

Categories: , , ,