Sebuah video disebar luas oleh ZSM (dan fans Israel di berbagai negara) untuk menutupi kejahatan Israel di Gaza (tentara Israel membunuhi para demonstran yang menuntut hak kembali ke rumah-rumah mereka yang dirampas Israel).
Dalam video itu terlihat mayat-mayat bergerak. Kata ZSM: “Inilah akting orang-orang Palestina, ngaku-ngaku korban tentara Israel, padahal cuma pura-pura mati.”
Dan.. tak butuh waktu lama, ketahuan itu HOAX.
Video ini aslinya tahun 2013, aksi demo mahasiswa Al Azhar yang protes di dalam kampus. (https://www.youtube.com/watch?v=bJhYaF-xxOo)
Dan video yang sama sudah pernah diviralkan oleh fans Israel tahun 2014 (ketika itu Israel membantai 2200 orang Palestina dan melukai ribuan lainnya), dengan narasi sama: orang Palestina pura-pura mati.
Saya sudah tulis berkali-kali, kesamaan antara fans Israel dan fans ISIS/Al Qaida adalah: sama-sama suka menjustifikasi kejahatan kemanusiaan dengan (1) hoax (2) ayat Kitab Suci dengan tafsiran semau mereka.
Para “jihadis” berangkat ke Suriah berbekal info-info hoax mengenai “saudara-saudara Sunni dibantai Syiah”.
Para ZSM menjustifikasi kejahatan Israel dengan menyebar hoax: yang dibunuh tentara Israel itu TERORIS! Bahkan Ibu Menlu RI yang mengecam kekerasan tentara Israel pun dikatain mendukung teroris oleh seleb ZSM.
Bila pejuang yang berusaha memerdekakan tanah air mereka sebut teroris, bagaimana dengan para pahlawan kita dulu yang berjuang melawan Belanda? Oh, mereka dulu juga dihina sebagai teroris/ekstrimis, termasuk oleh orang-orang Indonesia yang jadi anteknya Belanda.
Di kolom komen saya upload skrinsyut komen-komen para ZSM penggemar hoax ini.
Untuk kaum moderat: mari maju terus lawan musuh kemanusiaan, yaitu teroris berkedok agama (baik itu ISIS/Al Qaida, maupun tentara Israel)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.