
Setiap tanggal 30 Maret, warga Palestina memperingati Land Day (Hari Tanah). Sejarahnya, pada 30 Maret 1976 para petani Arab [yang terjebak jadi warga Israel pasca 1948] melakukan aksi protes damai (tanpa senjata) atas rencana perampasan tanah mereka di Galilea oleh Israel, seluas 2.000 hektar. Enam orang Arab tewas ditembak tentara dalam aksi itu.
Sejak itu, warga Palestina menggelar aksi demo pada Hari Tanah, sebagai bentuk protes dan kemarahan mereka atas perampasan tanah mereka yang sudah terjadi sejak 1948. Dalam demo tahun ini, para aktivis sudah menyatakan mereka tidak akan melakukan kekerasan. Namun tentara Israel (IDF) tetap menyiapkan ratusan sniper (penembak jitu) di berbagai lokasi. Dengan darah dingin, IDF menembaki demonstran. 16 orang gugur, 1.500 lainnya terluka.
Adakah seruan “Netanyahu Must Go” dari politisi Barat, media Barat, atau ZSM Indonesia?
Tentu tidak. Yang ada, mereka akan kembali menyalahkan orang Palestina dengan sederet logika cacat (falasi) dan tuduhan palsu.
Di fanpage ini, saya sudah menjawab falasi para pembela Israel itu dengan menggunakan ilmu logika (mantiq). Ini file yang sudah dikumpulkan jadi satu, silahkan di-donwload:
http://ic-mes.org/wp-content/uploads/2017/08/PALESTINA-ADALAH-KITA.pdf
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.