syekh buthyHari ini (21 Maret) adalah tepat 5 tahun sejak gugur syahidnya Syekh Dr. Said Ramadhan al Buthy.

Saya mendengar namanya dari seseorang yang tinggal di Damaskus. Saat itu, Maret 2013. Ia bertanya pada saya, “Gimana bu, jadi nulis buku tentang Suriah?”

Saya jawab, saya tak sanggup menyelesaikan naskah buku saya itu karena saya tak kuat dengan segala bully-an yang saya terima. Lalu dia berkata, “Wah ibu saja dibegitukan, apalagi Syekh Buthy ya (yang beliau alami jauh lebih dahsyat)?”

Saya pun mencari tahu lebih banyak dan mengetahui bahwa beliau ulama besar Aswaja yang justru menentang “jihad” Suriah.

Tapi tiba-tiba, datang kabar, beliau gugur syahid akibat ledakan bom bunuh diri yang dilakukan “jihadis”.[1]

Duh, nangis deh. Tapi itulah momen titik balik saya. Saya langsung bersemangat meneruskan penulisan buku itu. Judulnya “Prahara Suriah”, terbit Juni 2013. “Kekuatan” saya untuk bertahan melawan bully-an netizen pro “mujahidin” juga meningkat.

Di halaman persembahan buku itu, saya tulis: Untuk Asy-Syahid, Syekh Said Ramadhan Al Buthy.

prahara suriah

Allahummagh firlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu anhu.

Berikut ini video salah satu ceramah beliau yang mengkritik “mujahidin”, bisa klik di sini.

Kalau ingin lebih banyak tahu mengenai beliau, bisa baca link ini.

————-

[1] Saat kejadian tersebut, banyak sekali hoax yang disebarkan kalangan pro “mujahidin”, antara lain Hizbut Tahrir Suriah (dan tentu saja dishare oleh fans HT di di Indonesia) menyatakan bahwa Syekh Buthy dibunuh oleh Assad. Benar-benar kebohongan yang bodoh, bagaimana mungkin Assad membunuh ulama yang justru mengecam “jihadis”?

Saya melakukan “investigasi digital”, bisa dibaca di sini:

Siapa Bunuh Syekh Buthy (1)

Siapa Bunuh Syekh Buthy (2)


NB: buku Prahara Suriah sudah sold out, tapi untuk bisa memahami konflik Suriah, Anda bisa baca Salju di Aleppo (WA/sms ke Hatim 0878 8299 8696)

cover-salju-aleppo

dinasulaeman Avatar

Dipublikasikan oleh

Categories: ,