
Referendum Kurdi Irak (menginginkan kemerdekaan penuh dari Irak, membentuk negara khusus Kurdi) telah membuat pembahasan tentang Kurdi semakin intens di media. Yang banyak dikemukakan oleh media Barat (dan diulang-ulang oleh sebagian netizen adalah: mereka adalah suku yang tertindas dan ingin meraih kemerdekaan.
Pertanyaannya: mengapa Israel yang sangat gigih mendukung kemerdekaan Kurdi, mengapa Barat menjadikan milisi Kurdi sebagai pion baru dalam mendestabilisasi Timteng? Sudah banyak diketahui, milisi ISIS di Suriah kini berganti baju, bergabung dengan SDF (milisi Suriah yang dibentuk AS, mayoritas anggotanya orang Kurdi) atau Peshmerga (tentara Kurdi di Irak).
Jawabannya panjang, bisa disimak dalam beberapa tulisan yang selama ini saya posting di Fanpage dan situs ICMES.
Perilaku Etnis Kurdi yang mirip ISIS
Laporan jurnalis Andre Vltcheck yang meliput ke Kurdistan Irak (dalam bahasa Indonesia).
“Kurdi dan Agenda Balkanisasi Suriah” (karya Marwa Osman)
http://ic-mes.org/politics/kurdi-dan-agenda-balkanisasi-suriah/
“Kurdi, Senjata Washington untuk Mendestabilisasi Timteng” (Sarah Abed)
http://ic-mes.org/politics/kurdi-senjata-washington-untuk-mendestabilisasi-timur-tengah/
Referendum Kurdistan, Perebutan Minyak dan Tanah (Dina Y. Sulaeman) — di artikel ini juga dibahas tentang BHL (lihat foto di atas)
http://ic-mes.org/politics/referendum-kurdistan-perebutan-minyak-dan-tanah/
Faksi Separatis Kurdi, Rasisme dan Pelanggaran HAM (Sarah Abed)
http://ic-mes.org/culture/fraksi-separatis-kurdi-rasisme-dan-pelanggaran-terhadap-ham/
Berikut ini saya copas terjemahan artikel di Voltairenet.org yang mengabarkan mengenai link Israel-Kurdi:

Menurut majalah “Israel-Kurd” yang berbasis di Erbil (Irak), PM Israel, Benjamin Netanyahu dan Massoud Barzani, yang menunjuk diri sebagai Presiden Negara Kurdistan [kalau jadi dibentuk melalui referendum 25 Sept], telah melakukan perjanjian rahasia.
Tel-Aviv sudah berkomitmen untuk mendatangkan 200.000 warga Israel keturunan Kurdis ke Kurdistan.
Pengumuman soal ini sudah diberitakan luas di media-media Turki, Iran, dan Arab. Agenda untuk membentuk Sudan Selatan dan sebuah negara Kurdistan telah menjadi target militer Israel pasca perkembangan [teknologi/industri] misil/senjata pada akhir 1990-an. Wilayah-wilayah ini, yang secara luas dikontrol oleh orang Israel, telah memberi peluang kepada tentara Israel untuk menyerang Mesir dan Suriah.
Dari 8,5 juta warga Israel yang tinggal di Israel, sekitar 200.000 adalah keturunan Kurdi. Pada Maret 1951, dalam Operasi “Ezra and Nehemiah” (ini adalah 2 nama di Alkitab yang mengkoordinasi perpindahan orang Yahudi ke Babilonia) mengizinkan 11.000 Yahudi-Kurdi untuk pindah dari Irak ke Israel. Organisasi bernama “The American Jewish Joint Distribution Committee of New York” mendanai operasi emigrasi ini. Pesawat yang digunakan dalam operasi ini disediakan oleh diktator Kuba, Fulgencio Batista.
Keluarga Barzani yang memerintah Kurdistan dengan tangan besi memiliki sejarah yang terkoneksi dengan Israel. Mullah Mustafa Barzani, ayah dari Presiden Massoud Barzani, adalah pejabat tinggi Mossad. [Provinsi Kurdistan, Irak, saat ini berstatus ‘pemerintahan otonom’, sehingga ada presidennya]
PM Israel adalah satu-satunya kepala pemerintahan yang secara terbuka mendukung dibentuknya negara Kurdistan di luar wilayah historis (yang artinya akan merugikan populasi asli di wilayah itu –yang selain etnis Kurdi).
Meskipun Mahkamah Konstitusi Irak [demikian pula PBB] menolak referendum, kelompok-kelompok tertentu di Kurdi berkeras melaksanakannya, direncanakan tanggal 25 September 2017 dengan tujuan membentuk negara baru, Kurdistan.[]
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.