
Seperti dulu saat saya nulis tentang “bocah di kursi oranye“, para pendukung “mujahidin” (terutama ibuk-ibuk) ngamuk-ngamuk atas tulisan saya terkait kasus senjata kimia di Idlib. Antara lain mereka menyebut saya tidak punya perasaan, masa liat foto anak-anak setragis itu saya tak tersentuh? Lho, justru saya nulis terus ttg Suriah karena prihatin dengan kondisi anak-anak di sana. Tapi buat mereka, indikasi “prihatin” atas Suriah adalah mendukung “mujahidin”.
Padahal yang saya lakukan adalah memberikan informasi pembanding. Coba lihat tulisan-tulisan saya, bahkan memasang foto mereka pun saya tidak tega, selalu saya gunakan foto yang tidak memunculkan kengerian. Status ini pun tidak saya pasang foto jasad anak-anak itu.
Untuk bocah-bocah yang tewas di Idlib (yang foto dan videonya disebarkan oleh pihak “oposisi” alias “jihadis”, bukan oleh jurnalis langsung), faktanya memang mereka tewas.
PERTANYAANNYA: tewas karena apa, oleh siapa?
Di link berikut ini ada analisis foto jasad anak-anak di Idlib tsb, terlihat ada luka di kepala mereka. Ini menguatkan dugaan bahwa para korban adalah orang/anak yg sebelumnya diculik “jihadis” di Khattab and Majdal. Mereka sudah mati sebelumnya, lalu difoto dan diklaim sebagai korban senjata kimia. Buka link ini, lalu scroll ke bawah untuk melihat foto anak-anak tsb.
Dokter dari Swedia juga pernah menganalisis video bocah korban “senjata kimia” dan menilai bahwa si anak di video itu sudah tewas sebelumnya, atau, hampir tewas dan dipastikan akan tewas karena penanganan tim medis [White Helmets] yang aneh (yang terlihat dalam video itu). Bisa baca di sini.
Selain itu, ada lukisan-lukisan yang sangat mirip foto, tapi itu lukisan; disebut sebagai foto korban senjata kimia Idlib. Bisa lihat di link-link ini.
https://twitter.com/syrianasoldier/status/849686652662538240/photo/1
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.