Oleh: Dina Y. Sulaeman
Di bandara internasional Hammad, Doha, saya melihat pria yang mengenakan jubah coklat dan serban putih itu. Ekspresi wajahnya tenang, seolah tak terusik oleh lalu-lalang orang dari berbagai penjuru dunia yang transit di bandara ini untuk melanjutkan perjalanan entah kemana. Namanya Syekh Ibrahim Zakzaky. Saya mengenali wajahnya, karena dia ‘terkenal’ sebagai ulama yang setiap tahun menggalang demo anti-Israel (Al Quds Day, hari Jumat terakhir setiap Ramadhan) di Nigeria yang dihadiri ratusan ribu orang. Tiba-tiba saja, dua hari ini saya kembali membaca namanya di berbagai media: tentara Nigeria mengepung rumahnya, menembaki jamaahnya, dan menahannya.
Ibrahim Zakzaky sudah beraktivitas sosial-politik berhaluan Islam sejak mahasiswa tahun 1970-an (antara lain menjadi Sekjen Muslim Student Society Nigeria) dan beberapa kali dipenjara dalam kurun 1980-1990. Namun baru dalam kurun 1 tahun terakhir ia dan pengikutnya mengalami intimidasi bersenjata, yaitu…
Selengkapnya: http://ic-mes.org/military/jejak-israel-di-nigeria/
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.