Tulisan saya terbaru di www.nefosnews,com
Mengapa petani kita harus hidup miskin? Sekitar 57 persen dari 68 persen penduduk miskin di pedesaan adalah petani. Padahal, mereka memproduksi sesuatu yang dibutuhkan oleh semua orang: pangan. Mengapa setelah 69 tahun Indonesia merdeka, kita semakin tak mampu mencukupi kebutuhan pangan secara swadaya? Pada tahun 2013 saja, kita telah mengeluarkan dana Rp 175 triliun untuk impor produk pertanian. Ironisnya, bahan pangan yang kita impor adalah bahan pangan yang seharusnya bisa kita tanam sendiri: sayuran, beras, jagung, kedelai, singkong, kelapa, lada, gula, cabai, bawang merah, bawang putih, dan lain-lain.
Dalam kurun 10 tahun (2003-2013), ada 5 juta petani Indonesia yang memilih berhenti bertani. Mengapa?
Seorang perempuan India telah menjelaskan jawaban atas pertanyaan di atas, sejak bertahun-tahun yang lalu. Perempuan itu bernama Vandana Shiva, seorang doktor di bidang fisika kuantum yang kemudian lebih memilih untuk berjuang di bidang pertanian.
Pada tanggal 18 Agustus lalu, Shiva datang ke Indonesia untuk memberikan kuliah umum di Universitas Indonesia. Dan kembali, seolah tak pernah lelah, dia menjelaskan lagi jawaban atas pertanyaan di atas.
Selengkapnya, silahkan klik tulisan di website : Shiva, Pangan, dan Perdamaian Dunia

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.