Seorang teman baik datang dari USA. Dia membawakan satu paket berisi buku yang sudah lama saya impikan untuk dibaca: The Wandering Who? A Study of Jewish Identity Politics (by Gilad Atzmon). Buku ini fenomenal karena hadirnya menimbulkan semacam proses kristalisasi, yang memisahkan antara mana aktivis pembela Palestina sejati, mana aktivis yang sebenarnya bermain dengan genderang Israel. Ali Abunimah dan teman-temannya menulis surat terbuka yang menyerukan ‘disavowal’ (pengingkaran) atas buku Atzmon. Kontan saja, aksinya itu mengundang kecaman dari banyak pihak lainnya yang pro Atzmon (antara lain, yang sangat menarik dibaca, tulisannya Nahida). Dari perdebatan ini, terlihat bahwa Ali Abunimah dan kawan-kawannya tengah menghindari diskursus mengenai hakikat identitas Yahudi dan berusaha melokalisir isu ke topik imperialisme semata. Sungguh tidak lucu, Atzmon yang asli Yahudi mereka tuduh sebagai anti-semit dan rasis, hanya karena dia sedang membongkar identitas asli Yahudi.
Insya Allah, kalau saya sudah tamat membaca buku ini, saya akan tuliskan lebih lanjut soal perbedaan pandangan yang mendasar di antara para aktivis kemerdekaan Palestina ini. (Sementara bisa baca di web-nya Gilad Atzmon). Saya pernah menulis secara singkat pandangan Atzmon tentang Israel di sini.
Teman baik saya itu, juga menyertakan lentils dan lemon omani dalam bungkusan paketnya. Luar biasa. Ini bahan-bahan untuk membuat masakan khas Iran. Memang ini hanya ‘bahan masakan’. Tapi ketika satu paket dengan buku Atzmon, saya merasakan ada sensasi tersendiri. Bukankah Iran yang selama ini berdiri tegak membela Palestina (bersama Hamas, rezim Assad, dan Hezbollah)? Dan paket itu dibawa jauh-jauh dari USA, negara yang menjadi aktor antagonis dalam konflik Timur Tengah. Perpaduan yang unik bukan?
Saya sulit menceritakan perasaan saya saat ini. Terharu, mungkin. Buku yang saya impikan sejak lama sudah ada di tangan, dan sebentar lagi saya akan memasak makanan Iran yang juga saya impikan sejak lama. Thank’s Allah, for this beautiful day..:)

3 tanggapan untuk “Atzmon, Lemon Omani, and Lentils”
tampaknya, selain menunggu bukunya kelar dbaca dan pembahasanny dtuliskan d blog ini, saya juga menunggu ada hidangan khas Iran mampir d perut saya, mba. hehe 😀
mangga atuh mampir ke rancaekek, hehehe..
di tunggu pembahsannya mbak..